Penyakit Kawasaki

PENGERTIAN

Penyakit Kawasaki adalah penyakit yang dapat menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh, khususnya pembuluh darah jantung. Kondisi ini termasuk penyakit langka yang mayoritas menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun, umumnya balita yang berusia antara satu setengah hingga dua tahun. Anak laki-laki lebih banyak terserang daripada anak perempuan.

Penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti. Namun dasar penyakitnya adalah adanya zat kekebalan tubuh (antibodi) dalam tubuh pasien yang menyerang pembuluh darah pasien itu sendiri. Terdapat beberapa faktor yang mungkin melatarbelakangi penyakit ini, misalnya faktor keturunan, infeksi, kondisi autoimun, dan beberapa faktor lainnya.

Dengan penanganan dini, sebagian besar anak yang mengidap penyakit ini dapat sembuh total dalam waktu enam minggu hingga dua bulan. Namun tanpa penanganan yang tepat penyakit Kawasaki dapat mengakibatkan komplikasi yang cukup serius.

BAGAIMANA CARA MENDIAGNOSA

Penyakit Kawasaki tidak memiliki test yang spesifik, namun dokter dapat menegakkan diagnosa berdasarkan gejala yang timbul.

Gejala penyakit Kawasaki umumnya muncul dalam tiga tahap dan akan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.

Tahap pertama terjadi pada minggu ke 1-2. Pada tahap ini, gejala utama yang muncul adalah demam tinggi (dapat mencapai 410 C) selama lebih dari lima hari yang disertai:

  • Ruam kemerahan yang pertama muncul di area organ intim dan menyebar ke tubuh bagian atas, tangan, kaki, serta wajah. Ruam ini biasanya akan hilang dalam waktu satu minggu.
  • Mata merah tanpa disertai “kotoran” mata.
  • Kelainan pada mulut dan bibir, berupa:
    • Lidah terlihat merah dan berbintil-bintil seperti strawberry (strawberry tongue)
    • Kemerahan pada bibir dan pecah-pecah
    • Rongga mulut dan faring merah
  • Telapak tangan dan kaki merah disertai dengan bengkak.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher.

Pada minggu ke 2-4, pasien pengidap penyakit Kawasaki akan mengalami tahap kedua. Demam biasanya sudah turun, tapi pasien akan mengalami gejala-gejala lain yang meliputi kulit pada ujung jari tangan dan kaki mengelupas, gangguan pencernaan (seperti diare, muntah, dan sakit perut), serta rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi. Pada tahap inilah, risiko komplikasi seperti aneurisma dapat muncul. Aneurisma adalah kondisi pecahnya pembuluh darah akibat dinding pembuluh darah tidak cukup kuat untuk menahan aliran darah. Lemahnya pembuluh darah ini disebabkan oleh proses peradangan yang terjadi akibat penyakit Kawasaki. Aneurisma ini merupakan komplikasi yang cukup serius pada jantung.

Pasien akan memasuki tahap ketiga pada minggu 4-6. Pada minggu-minggu ini, gejala-gejala penyakit Kawasaki perlahan-lahan akan berkurang, tapi kondisi anak umumnya masih lemas sehingga mudah lelah.

Gejala-gejala penyakit ini cenderung mirip dengan infeksi lain, terutama gejala demam pada tahap pertama. Jika anak Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar anak Anda mendapat penanganan yang tepat.

Pemeriksaan penunjang pada Kawasaki disease adalah :

  • EKG
  • Ekokardiografi
  • MRI
  • Kateterisasi dan angiografi

PENGOBATAN

Penanganan sedini dan seefektif mungkin sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan risiko komplikasi. Tujuan utama pengobatan pada tahap awal adalah untuk menurunkan demam, mengurangi inflamasi, sekaligus mencegah kerusakan pada jantung. Prosedur utama yang dilakukan untuk mengobati penyakit ini adalah dengan memberikan aspirin dan imunoglobulin.

  • Aspirin

Peroral dosis 80-100 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi, hingga hari ke 14 serangan.

Dosis diturunkan 3-5 mg/kgBB/hari sampai dengan 6-8 minggu dan kemudian dihentikan apabila pada ekokardiografi tidak ditemukan kelainan pembuluh darah jantung (koroner).

  • Intravena Imunoglobulin

Peran IVIG pada kasus ini tidak diragukan lagi, karena memiliki efek anti-inflamasi. IVIG diberikan secepatnya setelah diagnosa ditegakkan, setidaknya dalam 7 hari setelah timbulnya gejala. Hal ini penting karena dapat mengurang peradangan, demam, dan mencegah komplikasi jantung.

Diagnosa banding untuk Kawasaki disease :

  • Hipersensitivitas obat
  • Juvenille idiophatic arthritis
  • Sindroma Stevens-Johnson
  • Streptococcal scarlet fever
  • Toxic Shock Syndrome
  • Parotitis
  • Campak

Most households have an unsolved Rubix Cube but you can esily solve it learning a few algorithms.

Search